Minggu, 06 Januari 2013

POWER NUTRITION (KHUSUS BUAH)






KHUSUS BUAH
POWER NUTRITION

  • Power Nutrition dibuat dari bahan alami pilihan yang ter- jamin ke-tersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehing,ga iangsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman. 
  • Dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll) Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah-buahan semusim (cabai, tomat, melon, din 
  •  Meningkatkan produktifitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
  • Membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
  • Mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga 75%-90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

Pupuk Organik Padat SUPERNASA





Pupuk Organik Padat

SUPERNASA
Merupakan Pengembangan dari Pupuk Organik Cair NASA
FORMULA KHUSUS MURNI BAHAN-BAHAN ORGANIK UNTUK PUPUK DASAR/PENYIRAMAN TANAMAN
Fungsi:

  • Ditujukan terutama untuk mengurangi penggunaan pupuk NPK (50% dari dosis rekomendasi setempat) sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik.
  • Ditujukan untuk memperbaiki lahan-lahan yang rusak karena SUPERNASA memiliki kandungan Humat dan Fulvat yang berangsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman seperti cacing, mikroba alami setempat dan lain-lain.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman pangan (Padi, Palawija, dll), horti (sayuran, buah, bunga) dan tahunan (Coklat, Kelapa Sawit, karet, dll) SUPERNASA mengandung unsur hara/nutrisi makro dan mikro bagi tanaman.
  • Kandungan Hormon/Zat Pngatur Tumbuh (Auxin, Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bunga dan buah.
  • Memacu pembentukan senyawa polyfenol untuk meningkatkan tanaman terhadap serangan penyakit.
  •  Dapat melarutkan SP-36 dengan cepat.

HORMONIK (Hormon Organik)







HORMONIK

Hormon Organik
          Ada tiga hormon yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman dalam proses pertumbuhannya, yaitu: Auksin, Giberelin, dan Sitokonin. Apabila tanaman kekurangan salah satu hormon tersebut maka pertumbuhannya akan terggangu. Tanaman bisa menjadi kerdil (Pertumbuhan lambat), pertumbuhan akar kurang sempurna, umbi sedikit dan kecil, bungan buah mudah rontok. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi produksi tanaman itu sendiri.
          Untuk itu keberadaan hormon sangatlah penting. Sekarang telah banyak di pasaran hormon yang umumnya bersifat anorganik/kimia. Walau dirasakan manfaatnya tapi karena sifatnya yang sntetik/kimia tentu cenderung sukar terurai oleh alam, sehingga dalam pemakaian jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman maupun lingkungannya.
          Untuk menjawab tantangan itu, maka PT. Natural Nusantara mengeluarkan produk Hormon yang bersifat dan berbahan organik, dengan nama HORMONIK. Hormon yang terkandung dalam HORMONIK adalah senyawa alami yang mengatur pertumbuhan tanaman terdiri dari auksin, giberelin, dan sitokonin.
AUKSIN
Hormon ini dalam tumbuhan sebagai indol 3-asetat (IAA) yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi hormon ini untuk perbesaran dan diferensiasi sel, peningkatan respirasi tanaman, merangsang sintesis RNA, protein dan enzim. Auksin sangat berperan pada pembentukan jaringan pada fase pertumbuhan vegetatif.
GIBERELIN
Hormon ini mendorong pertumbuhan/pemanjangan tubuh tanaman (akar dan batang), merangsang pembungaan, menormalkan pertumbuhan tanaman yang kerdil. Hormon ini bekerja secara saing membantu dengan hormon lain (sinergis) seperti hormon auksin. Dapat juga memacu pertumbuhan tanaman yang terhambat karena penyakit.
SITOKONIN
Fungsi hormon ini untuk pembesaran dan diferensiasi sel, menghalangi ketuaan, mengarahkan aliran asam amino dan zat makanan ke seluruh tubuh tanaman dengan konsentrasi sitokonin tinggi.
Secara umum, manfaat hormonik bagi tanaman untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, akar, memperbanyak dan memperbesar umbi, mengurangi kerontokan bunga dan buah serta memperbanyak dan memperbesar buah.
Dibanding hormon kimia, HORMONIK mempunyai kisaran dosis lebih lebar sehingga jika kelebihan tidak membahayakan tanaman, muda terurai oleh alam dan aman bagi manusia dan lingkungan.
  


Cara pemakaian:
-                     - Dikocok terlebih dahulu.
-   Larutkan hormonik dengan air, dosis 1-2 cc/liter (2-3 ttp/tangki), lalu semprotkan ke daun tanaman secara merata.
-   Pemakaian dilakukan paling tidak pada pertengahan usia tanaman (untuk tanaman sekali panen misalnya padi, palawija, dll) hingga menjelang berbunga (dari awal tanam akan lebih baik).
-   Untuk tanaman semusim yang dipanen lebih dari sekali (misalnya cabe, tomat, kacang panjang, dll) setiap selesai pemetikan dapat disemprot ulang untuk merangsang pemunculan bunga baru, memperpanjang masa panen dan meningkatkan kualitas.
*Catatan:
      Hormonik akan lebih efektif jika pemakaiannya dicampur dengan POC NASA dengan dosis ± 1 tutup botol hormonik, ± 4 tutup NASA per tangki.

Pupuk Organik Cair NASA




Pupuk Organik Cair 
NASA 
Nusantara Subur Alami

Levelling off (tingkat produksi yang sulit naik) bahkan penurunan produksi pertanian di Indo-nesia di antaranya disebabkan oleh pengerasan lahan (kerusakan tanah), penggunaan pupulk kimia yang tidak terkendali dan bijaksana, kekurangan unsur mikro, kekurangan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) serta serangan harna dan penyakit tanaman. Kondisi yang demi kian akan menghambat pertanian yang produktif (bobot panen tinggi), berkualitas (mutu panen: rasa, aroma, warna, ketahanan penyimpanan, kandungan kimia) clan lestari, berkelanjutan (lingkungan tidak rusak). Berpijak semua hal tersebut maka Pupuk Organik Cair "POC NASA" diproduksi.

POC NASA merupakan bahan organik murni berbentuk cair dari limbah ternak dan unggas, limbah alam dan tanaman, beberapa jenis tanaman tertentu serta "bumbu-bumbu / zat-zat alami tertentu" yang diproses secara alamiah dengan konsep "ZERO EMISION CONCEPT". POC NASA berfungsi Multiguna yaitu selain terutama dipergunakan untuk semua jenis tanaman pangan (Padi, palawija, dll) horti (Sayuran, buah, bunga) dan tahunan (Coklat, keiapa sawit, karet, dll) juga untult ternak/unauas dan ikan/udang. Kandungan unsur 'nara mikro dalam 1 lt POC NASA mempulyai fungsi setara dengan kandungan unsur hara mikro I ton pupul< kandang. Kandungan Humiat dan Fulvat yang dimiliki POC NASA ber-angsur-angsur akan memperbaild konsistensi (kegemburan) tanah yang keras serta melarutkan SP-36 dengan cepat Kandungan Hormon/Zat PengatUr liimbuh (Auxin, 'Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, perbanyakan umbi, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bunga dan buah. Aroma khas POC NASA akan mengurangi serangan hama (insect). POC NASA akan memacu perbanyakan pembentukan senyawa polyfenol untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Jika serangan hama penyakit melebihi ambang batas pestisida tetap digunakan secara bijaksana (POC NASA hanya mengurangi serangan hama penyakit bukan untuk menghilangkan sama sekali).

POC NASA mempercepat dan memperbanyak pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan/udang dan menetralkan/mengikat senyawa berbahaya dalam perairan kolam/tambak. Pencampuran dengan pakan ikan/udang akan memperkaya kandungan mineral, protein, lemak nabati dan vitamin yang dibutuhkan ikan/udang.

POC NASA juga memberikan mineral-mineral, protein, lemak nabati dan vitamin un-tuk meningkat bobot ternak/unggas, menambah nafsu makan ternak/unggas dan menurunkan tingkat kematian. POC NASA berperan juga untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam daging unggas serta mengurangi kadar amoniak pada kotoran unggas sehingga akan mengurangi bau tak sedap dari kotoran unggas.

*Catatan : walaupun POC NASA sudah mengandung hormon namun untuk hasil yang lebih optimal sangat bagus jika dipadukan dengan HORMONIK.



TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA)





TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA)
Solusi Terbaik Untuk Menjawab Permasalahan Budidaya Perikanan Tambak dan Perikanan Darat


Banyaknya kegagalan panen akibat kondisi lahan yang sudah tidak mendukung produksi secara maksimal menjadi tantangan berat bagi kita semua. PT Natural Nusantara menghadirkan TON untuk turut mengatasi sebagian permasalahan di pertambakan pada khususnya dan darat pada umumnya. Namun, penggunaan TON saja belum cukup tetapi harus disertai dengan manajemen teknis budidaya tambak yang benar (pengendalian hama-penyakit, pengaturan air, pola ber-tambak dll.) selain penggunaan benur/nener yang baik.

TON Spesial Tambak merupakan produk organik murni, sehingga sangat mendukung konsep agenda dunia 21, yaitu Kembali ke Alam (Back to the Nature). TON Spesial Tambak dibuat dari bahan-bahan alami yang hanya ada di Indonesia. Ketersediaannya sangat melimpah, sehingga tidak akan habis sampai anak cucu kita.

TON Spesial Tambak mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan untuk perbaikan lingkungan/ekosistem tambak Selain unsur-unsur ionik yang aktifasinya tinggi, juga rnengandung karbon aktif yang sangat baik untuk mengikat senyawa-senyawa beracun (toxic) yang mencemari lingkungan pertambakan. TON Spesial Tambak mengandung unsur makro dan mikro lengkap yang sangat dibutuhkan oleh plankton (zoo dan phytoplankton) yang merupakan pakan alami udang clan ikan (lihat daftar di label dan brosur). Selain unsur-unsur yang dikandung tersebut, TON Spesial Tambak juga mengandung senyawa-senyawa organik penting yang dibutuhkan dalam budidaya tambak seperti: protein, lemak, dan vitamin-vitamin. Dengan kandungan-kandungan tersebut, TON Spesial Tambak akan sangat membantu keseimbangan ekosistem / lingkungan dalam tambak, yang akhirnya akan membuat udang dan ikan hidup dengan baik.

Selain penggunaan untuk tambak TON Spesial Tam bak juga bagus digunakan untuk perikanan darat (pembibitan dan pembesaran) juga bagus untuk rumput !aut. Hal-hal yang dapat diambil manfaatnya dari TON Spesial Tambak adalah:

  1. Dapat mengikat logam berat di perairan dengan membentuk ikatan ionik, kovalen atau ikatan lainnya, sehingga keberadaan unsur yang merupakan logam bebas yang berbahaya tersebut dapat dinetralkan. Logam-logam berat seperti seng, mangan, tembaga, merkuri, nikel, timah, atau cadmium merupakan logam-logam berat yang dapat memasuld areal pertambakan sebagai polutan yang sangat berbahaya bagi kehidupan udang/ikan ataupun 1 konsumennya, sehingga harus dinetralkan agar pengaruh negatifnya dapat dihilangkan. 
  2. Dapat mengikat bahan-bahan racun dari areal pertanian (sianida, chlorinated diphenol, insektisida, herbisida, limbah rumah tangga, dsb), karena sifat chelat (pengikat) dari bahan organik TON Spesial Tambak yang banyak mengandung humat-fulvat.
  3. Menciptakan keseimbangan alam di areal perairan, sehingga populasi dari biota yang merugikan seperti bakteri, jamur, protozoa, alga, dan plankton yang merugikan dapat dikurangi.
  4. Membentuk keseimbangan perairan sehingga dapat mempertahankan alkalinitas, kesa-dahan (hardness), pH, dan DO (oksigen terlarut) yang optimal untuk pertumbuhan ikan. udang dan hewan lain yang dibudidayakan. 
  5. Membentuk plankton ( phytoplankton dan zooplankton ) yang menguntungkan bag budidaya perikanan dengan membentuk keseimbangan lingkungan guna mempertahan-kan pH dan DO air diinginkan serta sebagai pakan alami.
  6. Memberikan tambahan gizi dan riotrisi untuk mempercepat pertumbuhan udang/ikan (dikombinasikan dengan POC NASNVITERNA jika dicampur pakan), serta meningkat-kan kesehatan dan kekebalan ikankidang terhadap senyawa dan organisrne patogen (pengganggu).
  7. Meningkatkan dan mengaktifkan kerja dari enzim pencernaan ikan dan udang (dengan ditambah POC NASA / VITERNA jika dicampur pakan).
  8. Membantu proses pergantian kulit (moulting) udang karena kondisi lingkungan sangat mendukung dan terciptanya kekebalan tubuh udang sehingga energi untuk moulting saat itu dapat dimiliki oleh udang.
  9. Memberikan unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rumput laut. 

Penerapan saat Persiapan Kolam/sebelum isi air
  • Dosis ;  2,5 kg ( 10 botol ukuran 250 g)
  • Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. TON berbentuk Granule atau butiran-butiran kecil sehingga  aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam.
  • Aplikasi TON dilakukan sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit dengan dosis 1 ton per hektar (100 kg per 1000 m2) atau sesuai dengan pH aktual, setelah itu kolam dibiarkan 2-3 hari, kemudian  air dimasukkan setinggi mata   kaki dahulu, biarkan    selama   3 hari untuk TON bekerja, baru kemudian air dimasukkan sampai penuh (kedalaman 100 – 120 cm).
  • Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S.
  • Selain sebagai penetral senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.

Penerapan selama budidaya belangsung
  • Selama budidaya berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodic (rutin) ke air kolam atau tambak.
  • TON ditaburkan/disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai 20  hari sekali.
  • Dosis : 500 g (2 botol) tiap kali aplikasi.
  • Siramkan atau taburkan merata ke air kolam.
Fungsinya terutama untuk mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan senyawa atau gas yang beracun tadi. Selain itu TON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.

Aplikasi TON pada kolam dari semen atau terpal
Pada kolam semen atau terpal, maka tidak diperlukan pengolahan lahan seperti di lahan tanah, oleh karena itu perlakuan TON hanya dilakukan setelah isi air. Perlakuan pertama yaitu setelah pembersihan selesai dilakukan, isi kolam diisi air setinggi 20 cm, tebarkan/siramkan TON dengan dosis 1 kg per hektar (satu sendok makan penuh per 1 m2), setelah itu air dibiarkan selama 3 hari, setelah itu diisi penuh untuk keperluan budidaya. Perlakuan berikutnya dilakukan setelah ikan berumur 15 hari dengan dosis yang sama dan diulang setiap 15 hari untuk menjaga kualitas air kolam budidaya.

Demikian Cara pakai TON untuk pupuk dasar dan pemeliharaan air dalam budidaya perikanan,cara tersebut di atas sudah banyak di terapkan oleh para petambak dan hasilnya sangat memuaskan.

VITERNA (Vitamin Ternak)



VITERNA (Vitamin Ternak) Plus merupakan suplemen pakan  ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewa dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk 
  1. Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen    bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3. 
  2. Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.
  3. Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esen-sial. 
  4. Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb.). 
  5. Menambah kandungan asam - asarn lemak di dalam rumen / lambung ternak. 
  6. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN). 
  7. Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak. 
  8. Meningkatkan nafsu makan. 
  9. Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan.
CARA PAKAI : 
  1. Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau cam-puran pakan ( Komboran ) 
  2. Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, Babi, dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau cam puran pakan ( Komboran ) 
  3. Ternak Unggas : Ayam, bk, dll. 1-2 cc/It air minum setiap hari satu kali. 

*Catatan: Lebih ideal dicampur 1 Botol Hormonik dan 1 Botol POC NASA (Pupuk Organik Cair)


Jumat, 30 November 2012

Beternak Ikan Gurame


Beternak Ikan Gurame



            Ikan Gurame memiliki harga jual yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan dagingnya yang empuk dan lezat menjadikan ikan Gurame bukanlah suatu hidangan yang murah. Selain hal tersebut, belum ada teknologi yang dapat mempercepat pertumbuhan badannya sehingga antara supply (penawaran) dan demand (permintaan) tidak selalu seimbang.

      I.    Mengenal Ikan Gurame

            Osphronemus Gouramy Lacapede atau Gurame memiliki badan yang pipih ke samping. Jika dilihat dari samping, terlihat lonjong dan oval. Mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan. Rahang atas dan bawah tidak rata. Jika sudah tua, dagu menonjol. Pada rahang terdapat gigi-gigi kecil yang merupakan kerucut. Sementara deretan gigi sebelah luar lebih besar.

            Sisik relatif besar, sedangkan pada bagian kepala sisik memiliki tepian agak kasar. Duri pada sirip punggung serta dubur dan semakin tua ikan, ukuran duri semakin besar. Gurame memiliki sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang yang panjang dan berfungsi sebagai alat peraba.

            Ikan Gurame muda memiliki delapan buah garis tegak. Pada bagian tubuh di atas sirip dubur terdapat bintik gelap dengan bintikan pinggiran berwarna kuning atau keperakan, sedangkan pada dasar sirip dada terdpat bintik hitam.

            Ada dua jenis ikan gurame yang dikenal di masyarakat berdasarkan bentuknya yaitu sebagai berikut:
1.    Gurame angsa (soang). Badannya relatif panjang, sisik relatif lebar. Kisaran ukuran yang dapat dicapai adalah 8 kg dan panjang 65 cm.
2.    Gurame Jepang. Badannya cenderung pendek dan sisik lebih kecil. Ukuran yang dicapai hanya 45 cm dengan berat ekitar 3,5 kg.
      Adapun jika dilihat didasarkan pada warnanya terdapat gurame putih, gurame belang, dan gurame hitam.

      II.  Kebiasaan Hidup Ikan Gurame
     
            Ikan gurame adalah jenis ikan yang suka mendiami peraitan yang tenag dan dalam. Contohnya, waduk, danau, situ, dan rawa. Ikan ini cocok dipelihara dengan air diam.
     
            Sebagai ikan yang tegolong Labirinthyci, ikan ini memiliki alat pernapasan tambahan (labirinth) selain insang. Fungsi dari labirin adalah untuk menghirup oksigen langsung dari udara. Alt ini berupa selaput yang berkelok-kelok yang merupakan penonjolan tepi atas insang yang pertama. Alat ini memiliki pembuluh darah kapiler yang memungkinkan gurame mengambil zat asam dari ruangan labirin.

            Ikan gurame ini hanya bisa hidup di kolam yang tidak padat dengan tumbuhan air. Di kolam yang tertutup rapat oleh tanaman air yang mengapung, ikan ini sering ditemukan mati, Di kolam pemeliharaan, ikan gurame lebih sering terlihat bergerak naik turun daripada gerak horizontal. Berbeda dengan gerak ikan ordo Osariophysi yang memiliki gerakan yang gesit, ikan gurame merupakan ikan yang malas. Hanya saja, bila ada benda asing di atas yang disangka pakannya, ikan ini akan segera memakannya dengan gerakan yang gesit.

            Ketinggian tempat yang  cocok untuk pemeliharaan ikan ini yaitu sampai 800 m dpl. Ikan ini akan tumbuh sangat baik pada suhu antara 24-28º C. Di bawah suhu 15º C, ikan gurame akan terlambat pertumbuhannya dan berakibat langsung pada pembiakannya (terlambat). Selain di air tawar, ternyata ikan gurame dapat pula hidup di perairan payau yang kadar garamnya rendah.

            Ikan Gurame tergolong jenis ikan yang lambat pertumbuhannya. Pada tahun pertama hanya mencapai 15 cm, sedangkan pada tahun kedua mencapai 25 cm dan pada tahun ketiga mencapai 30 cm. Namun, harganya masih cukup mahal di pasaran dibandingkan ikan-ikan lainnya sehingga para petani ikan tidak terlalu kuatir dengan pertumbuhannya yang lamat.