Minggu, 06 Januari 2013

NATURAL GLIO



NATURAL
GLIO

Natural GLIO adalah pengendali penyakit alami yang berbahan aktif Gliocladium sp. dan Trichoderma sp. yang merupakan suatu jenis cendawan (jamur multiseluler) yang dapat membantu petani menanggulangi beberapa penyakit tanaman. Fung-sinya sebagai agensia antagonis (penghambatan) terhadap beberapa jenis penyakit tanaman. Gliocladium sp. sangat berperan dalam pengendalian biologis patogen-patogen penyebab penyakit yang merugikan dalam tanah. Mekanisme antagonis yang terjadi adalah sebagai berikut :

  1. Menghancurkan patogen-patogen penyebab penyakit dari luar ( Inokulum ) atau mematikan sumber berkembangnya penyakit. 
  2. Mencegah patogen-patogen penyebab penyakit untuk membentuk koloni (menyatu) dan berkembang kembali dalam tanah. 
  3. Melindungi perkecambahan biji, dan akar-akar tanaman dari infeksi penyebab penyakit patogen.

Gliocladiurn sp. dan Trichodernta sp. dapat mematikan, menghambat dan menghancurkan pertumbuhan cendawan patogen dalam tanah yang dapat menyerang tanaman ( fungisidal dan fungistatik). Kemampuan ini disebabkan karena Gliocladium sp. mengeluarkan zat antibiotik gliovirin dan viridin.
Gliovirin merupakan senyawa yang menghambat pertumbuhan beberapa cendawan dan bakteri.
Viridin dapat menghambat pertumbuhan cendawan. Natural GUO mengandung I 0 I 5 spora/gram Gliocladium sp. dan Trichoderma sp., sehinggga sangat efektif untuk usaha pengendalian penyakit.
Natural GLIO dibuat dalam bentuk serbuk dengan tujuan I. Memudahkan pemakaian. 2. Tahan disimpan dalam waktu 3-5 tahun tanpa berkurang efektifitasnya.

Aplikasi pemakaian Natural GLIO Natural GLIO sebanyak 100 gr dapat dicampurkan ke dalam 25 kg pupuk kandang matang, kemudian disebarkan secara merata di lahan. Akan lebih baik apabila didiamkan selama I minggu supaya populasi Natural GLIO berkembang lebih banyak. Aplikasi yang paling tepat adalah digunakan pada saat pemupukan dasar dengan pupuk kandang sebagai pengendalian secara preventif.  Apabila tanaman sudah terserang penyakit maka Natural CLIO tetap dapat digunakan untuk melokalisir serangan.

Jenis penyakit yang dapat dikendalikan adalah penyakit yang terbawa biji atau terbawa ta-nah, contohnya: penyakit Rebah Semai (Dumping Off) yang disebabkan oleh cendawan Pythium SP. dan Rizoctonia sp. penyakit layu pada lombok, kentang, tomat, tembakau, dll. yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp. dan bakteri Pseudomonas sp.

PESTONA (PENGENDALI HAMA TANAMAN ALAMI)






PENGENDALI HAMA TANAMAN ALAMI
PESTONA


"PESTONA" merupakan pengendali hama alami dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, yang bahan dasarnya berasal dari berbagai limbah alam, sari pati tumbuhan dan bumbu-bumbu alami yang mengandung bahan aktif sebagai pengendali hama dan penyakit alarni yaitu

Azadirachtin
Mampu mengendalikan beberapa jenis hama dan berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, dan moluskisida. Formula ini tidal< membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh terhadap hama pada daya makan, pertumbuhan, daya re-. produksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat perkawinan, komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur dan menghambat pernben-tukan kitin. Formula ini juga berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawin-an serangga hama, menghambat peletakan telur dan dapat bekerja secara sistematik.

Ricin (Asam Ricin)
Berfungsi untuk rnengendalikan berbagai macam hama serangga, cendawan dan nematoda parasit tanaman.

Alkaloid
Bersifat toksin terhadap beberapa jenis serangga, pada umumnya untuk menanggulangi serangga hama gudang.

Polifenol
Bersifat untuk menghambat serangga hama dan pertumbuhan larva serangga menjadi pupa.

Sitral
Mampu mengendalikan serangga, Khususnya hama gudang dan menghambat peletakan telur. Kandungannya bersifat sebagai penyebab desikasi pada tubuh serangga, yaitu apabila serangga terluka maka serangga akan terus menerus kehilangan cairan tubuhnya.

Annonain
Berfungsi sebagai penolak serangga dan penghambat makan dengan cara kerja sebagai racun kontak dan racun perut. Kandungan ini dapat menanggulangi hama belalang dan ulat. Eugenol Berfungsi untuk mengendalikan lalat buah, kandungannya juga berperan sebagai fungisida yang disebabkan jamur.

Nikotin
Bersifat sebagai penolak serangga, fungisida, akarisida, yang bekerja secara racun kontak, perut dan pernafasan serta bersifat sistematik. Kandungan ini bisa mengendalikan beberapa macam penyakit tanaman dan nematoda.

HAMA SASARAN
Wereng, Walang sangit, Penggerek batang, Belalang, Kepik, Thrips, Tungau, Ulat, dll.

SD FAT
Mudah terurai (tidak beresidu) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

Dosis
5 cc - 10 cc / 1 Lt air (7-14 ttp/tangki). Aduk sampai rata. Semprotkan pada tanaman secara merata. Untuk basil yang maksimal sebaiknya tanaman sering disemprot.

GRANULE MODERN (Pupuk Organik)







GRANULE MODERN
Pupuk Organik

Revolusi pupuk organik bentuk granule (Granule Modern):
- Kualitas tinggi : kandungan lengkap
- Praktis : Dosis cukup 50 kg/ha
- Ekonomis :
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen
  2. Mengurangi pupk NPK 50%
  3. Mengurangi biaya transport & tenaga kerja karena dosis rendah

GREENSTAR (PUPUK ORGANIK SERBUK)










GREENSTAR
PUPUK ORGANIK SERBUK
TEROBOSAN TERBARU INOVASI & TEKNOLOGI ORGANIK

 
isi : 3 sachet @ 20 gram 

Praktis & Manis
Praktis pakainya, manis hasilnya

GREENSTAR merupakan pupulk organik yang murni dibuat dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna. Kandungan unsur hara yang terkandung di dalamnya, baik unsur makro maupun mikro sangat berperan dalam perkernbangan tanaman. Dengan fungsi utama meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tana-man serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K-3) GREENSTAR dapat diapiikasikan untuk tanaman semusim, buahitahu-nan, tanaman bias maupun untuk pembibitan. GREENSTAR juga mengandung hormon/Zat Pengatur Tumbuh (Giberelin, Sitokinin, Auksin) yang sangat diperlukan oleh tanaman. Dengan penggunaan GREENSTAR, pupuk makro (NPK) bisa dikurangi + 25%.
 

Dengan kemasan yang unik dan sangat berbeda dengan produk-produk pupuk terutama pupuk organ & yang ada di pasaran serta jauh dari gambaran para pengguna pupuk pada umumnya semakin memperjelas keseriusan kami dalam menghasilkan suatu produk, tidak hanya fungsi tetapi tampilan juga kami perhatikan. Dengan bentuknya yang sederhana, kecil, ringan dan praktis semakin mempermudah dalam aplikasi di lapangan di samping cara aplikasi yang juga sangat mudah dan cepat. GREENSTAR dikemas dalam bentuk sachet (20gr). Satu dos berisi 3 sachet yang disesuaikan dengan dosis sekali aplikasi untuk luas lahan 1000 m2.
 

GREENSTAR dibuat dengan pengawasan yang teliti sehingga produk ini sangat aman untuk lingkungan, bebas logam berat (Ph, Cd, Hg, As). Bebas mikroba E-coli, salmonela seta bebas dari bahan ikutan / pengotor. 


POWER NUTRITION (KHUSUS BUAH)






KHUSUS BUAH
POWER NUTRITION

  • Power Nutrition dibuat dari bahan alami pilihan yang ter- jamin ke-tersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehing,ga iangsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman. 
  • Dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll) Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah-buahan semusim (cabai, tomat, melon, din 
  •  Meningkatkan produktifitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
  • Membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
  • Mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga 75%-90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

Pupuk Organik Padat SUPERNASA





Pupuk Organik Padat

SUPERNASA
Merupakan Pengembangan dari Pupuk Organik Cair NASA
FORMULA KHUSUS MURNI BAHAN-BAHAN ORGANIK UNTUK PUPUK DASAR/PENYIRAMAN TANAMAN
Fungsi:

  • Ditujukan terutama untuk mengurangi penggunaan pupuk NPK (50% dari dosis rekomendasi setempat) sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik.
  • Ditujukan untuk memperbaiki lahan-lahan yang rusak karena SUPERNASA memiliki kandungan Humat dan Fulvat yang berangsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman seperti cacing, mikroba alami setempat dan lain-lain.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman pangan (Padi, Palawija, dll), horti (sayuran, buah, bunga) dan tahunan (Coklat, Kelapa Sawit, karet, dll) SUPERNASA mengandung unsur hara/nutrisi makro dan mikro bagi tanaman.
  • Kandungan Hormon/Zat Pngatur Tumbuh (Auxin, Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bunga dan buah.
  • Memacu pembentukan senyawa polyfenol untuk meningkatkan tanaman terhadap serangan penyakit.
  •  Dapat melarutkan SP-36 dengan cepat.

HORMONIK (Hormon Organik)







HORMONIK

Hormon Organik
          Ada tiga hormon yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman dalam proses pertumbuhannya, yaitu: Auksin, Giberelin, dan Sitokonin. Apabila tanaman kekurangan salah satu hormon tersebut maka pertumbuhannya akan terggangu. Tanaman bisa menjadi kerdil (Pertumbuhan lambat), pertumbuhan akar kurang sempurna, umbi sedikit dan kecil, bungan buah mudah rontok. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi produksi tanaman itu sendiri.
          Untuk itu keberadaan hormon sangatlah penting. Sekarang telah banyak di pasaran hormon yang umumnya bersifat anorganik/kimia. Walau dirasakan manfaatnya tapi karena sifatnya yang sntetik/kimia tentu cenderung sukar terurai oleh alam, sehingga dalam pemakaian jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman maupun lingkungannya.
          Untuk menjawab tantangan itu, maka PT. Natural Nusantara mengeluarkan produk Hormon yang bersifat dan berbahan organik, dengan nama HORMONIK. Hormon yang terkandung dalam HORMONIK adalah senyawa alami yang mengatur pertumbuhan tanaman terdiri dari auksin, giberelin, dan sitokonin.
AUKSIN
Hormon ini dalam tumbuhan sebagai indol 3-asetat (IAA) yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi hormon ini untuk perbesaran dan diferensiasi sel, peningkatan respirasi tanaman, merangsang sintesis RNA, protein dan enzim. Auksin sangat berperan pada pembentukan jaringan pada fase pertumbuhan vegetatif.
GIBERELIN
Hormon ini mendorong pertumbuhan/pemanjangan tubuh tanaman (akar dan batang), merangsang pembungaan, menormalkan pertumbuhan tanaman yang kerdil. Hormon ini bekerja secara saing membantu dengan hormon lain (sinergis) seperti hormon auksin. Dapat juga memacu pertumbuhan tanaman yang terhambat karena penyakit.
SITOKONIN
Fungsi hormon ini untuk pembesaran dan diferensiasi sel, menghalangi ketuaan, mengarahkan aliran asam amino dan zat makanan ke seluruh tubuh tanaman dengan konsentrasi sitokonin tinggi.
Secara umum, manfaat hormonik bagi tanaman untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, akar, memperbanyak dan memperbesar umbi, mengurangi kerontokan bunga dan buah serta memperbanyak dan memperbesar buah.
Dibanding hormon kimia, HORMONIK mempunyai kisaran dosis lebih lebar sehingga jika kelebihan tidak membahayakan tanaman, muda terurai oleh alam dan aman bagi manusia dan lingkungan.
  


Cara pemakaian:
-                     - Dikocok terlebih dahulu.
-   Larutkan hormonik dengan air, dosis 1-2 cc/liter (2-3 ttp/tangki), lalu semprotkan ke daun tanaman secara merata.
-   Pemakaian dilakukan paling tidak pada pertengahan usia tanaman (untuk tanaman sekali panen misalnya padi, palawija, dll) hingga menjelang berbunga (dari awal tanam akan lebih baik).
-   Untuk tanaman semusim yang dipanen lebih dari sekali (misalnya cabe, tomat, kacang panjang, dll) setiap selesai pemetikan dapat disemprot ulang untuk merangsang pemunculan bunga baru, memperpanjang masa panen dan meningkatkan kualitas.
*Catatan:
      Hormonik akan lebih efektif jika pemakaiannya dicampur dengan POC NASA dengan dosis ± 1 tutup botol hormonik, ± 4 tutup NASA per tangki.